Posted on

Pasrah, Labil, Bebal

Pasrah… Hanya itu kata yang meluncur deras di batin saya. Menghadapi kenyataan yang hamper pahit bahwa harapan tidak selalu se iya se kata dengan kenyataan. Harapan kalau saya ingin bolos kerja besok karena mumet dihadapkan dengan kenyataan mesti lembur karena dua hari lagi libur Lebaran.

Sengaja menabrakkan dua hal yang tak akur ini akan berakibat fatal. Diberi peringatan keras oleh atasan atau tidak diberi THR jika tetap meliburkan diri, atau semakin stress ditambah peluang dimarahi sang istri karena terlanjur berjanji untuk bolos bareng.

Pasrah sajalah.. Mungkin saatnya berdiam diri sambil berkontemplasi. Menikmati perbenturan dua hal yang sangat tidak mungkin disatukan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s