Wrong

Weekly Photo Challenge: Wrong

Asap tebal di kejauhan membuat saya makin mengencangkan laju motor. Kebakaran hebat di suatu tempat berkelebat di benak saya. Melihat asap hitam tebal yang membumbung tinggi ke cakrawala membuat batin bergetar, siapa di balik sana yang tertimpa musibah? Semoga tidak ada korban jiwa.

Semakin dekat motor saya. Ternyata asap hitam berasal dari tengah Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Tak jelas kelihatan apa yang terbakar hebat, sepertinya pesawat yang sedang terbakar. Beberapa saat kemudian muncul mobil pemadam kebakaran, beriringan dengan tim SAR, berjejer rapi memadamkan api, menghalau asap.

Dugaan saya salah, ternyata ini hanyalah simulasi penanganan kecelakaan pesawat. Syukurlah.

Advertisements

Pasrah, Labil, Bebal

Pasrah… Hanya itu kata yang meluncur deras di batin saya. Menghadapi kenyataan yang hamper pahit bahwa harapan tidak selalu se iya se kata dengan kenyataan. Harapan kalau saya ingin bolos kerja besok karena mumet dihadapkan dengan kenyataan mesti lembur karena dua hari lagi libur Lebaran.

Sengaja menabrakkan dua hal yang tak akur ini akan berakibat fatal. Diberi peringatan keras oleh atasan atau tidak diberi THR jika tetap meliburkan diri, atau semakin stress ditambah peluang dimarahi sang istri karena terlanjur berjanji untuk bolos bareng.

Pasrah sajalah.. Mungkin saatnya berdiam diri sambil berkontemplasi. Menikmati perbenturan dua hal yang sangat tidak mungkin disatukan ini.

Menulis karena Google?

Tiba-tiba setelah membaca sebuah artikel, saya sadar kalau menulis itu mestinya bukan karena pengaruh google.

Kebanyakan blogger menulis karena mesin pencari semacam google, demi janji berupa fulus. Blog menjanjikan bonus berupa fulus jika kita memasang iklan di blog dan iklan tersebut terbaca hingga terbeli oleh konsumen. Makanya hal paling penting adalah mendatangkan pengunjung blog yang salah satu sumber pendatang terbesar adalah mesin pencari google.

Kembali ke blog saya ini, mestinya mesin pencari google bukanlah tujuan utama. Saya sadar karena selama ini belum pernah dapat duit dari iklan, mungkin sudah nasib, menulis hanyalah hobi nyeleneh saja. Kalau anda menulis (masih) karena google?

Fokus Blog

Hal yang paling rumit dalam dunia blogging adalah konten blog. Bahkan ketika saya telah memiliki beberapa blog dan ngeblog selama beberapa tahun, saya selalu saja tidak dapat fokus. Jadilah kebanyakan blog saya adalah blog serabutan, abal-abal, apa adanya.

Ada berbagai jenis blog, tetapi beberapa saja yang sukses, kebanyakan memiliki tema yang jelas, dan ditulis untuk segmen pembaca tertentu. Berikut ini pertanyaan penting agar anda dapat fokus.

1. Apa tujuan membuat blog?

2. Topik apa yang paling menarik?

3. Perspektif apa?

4. Siapakah audiens target blog?

Kalau sudah menjawab semuanya, mulailah ngeblog. Kalau belum, cukupkan sampai disini, ngeblog hanya membuang waktu anda!

Kalau Boss Minta Tolong

Hari ini atasan saya minta tolong di fotocopykan sesuatu. Catat, MINTA TOLONG. Sungguh senang perasaan saya mendengar kata-kata seperti ini, minta tolong. Walaupun sama saja menyuruh, namun orang yang disuruh seperti saya pasti akan senang dengan embel-embel kata MINTA TOLONG.

Kadang ada atasan yang berlaku sewenang-wenang menyuruh alias memerintah bawahan, banyak bahkan. Tanpa kenal kompromi berlaku otoriter terhadap bawahan. Bisa dipastikan kondisi kerja seperti ini sangat tidak nyaman, senantiasa merasa ditindas walaupun mungkin kerjaan tersebut memang tupoksi sang bawahan.

Kalau ada bawahan yang tidak melaksanakan perintah MINTA TOLONG atasan tanpa alasan yang jelas, itulah bawahan yang bebal. Bagaimana dengan atasan anda?

Butuh Waktu untuk Menulis

Butuh waktu yang tidak sedikit untuk membuat tulisan yang baik lagi benar. Paling cepat saya butuh waktu 5 menit untuk membuat satu tulisan abal-abal 101 kata di blog ini.

Beberapa blog yang saya kelola secara abal-abal terbengkalai karena saya tidak punya waktu untuk mengisinya, mengupdatenya sepanjang waktu. Kebanyakan blog saya isi dengan tulisan (abal-abal juga), kadang kehabisan ide menuntun jemari melakukan hal tidak senonoh yang diharamkan blogger, copy paste!

Namun ide bisa saja hilang namun bisa muncul lagi dengan membaca sekitar. Yang paling menyedihkan itu kalau ide ada, menumpuk di kepala namun tidak bisa direalisasikan dengan menulis karena tidak ada waktu.

Penyebab Uban di Usia Muda

Dilihat dari umur, saya masih tergolong muda untuk menderita ubanan. Uban memang tanda dekatnya kematian yang paling nyata. Namun mengapa uban hadir di kepala saat usia masih muda?

Konon ubanan itu karena faktor genetika. Usia 60 tahun rambut ayah saya sudah memutih semua, tak terkecuali kumis dan janggut, tapi saya rasa wajar usia demikian sudah ubanan.

Konon stres, minyak rambut, kurang vitamin B12 dan merokok juga memunculkan rambut putih lebih cepat dan banyak.

Mungkin saya stres. Stres bisa membuat kemacetan pada produksi pigmen pewarna rambut alias melanin yang dihasilkan oleh melanosit. Jika produksi terganggu, warna hitam pada rambut pun bisa terhambat.