Pasrah, Labil, Bebal

Pasrah… Hanya itu kata yang meluncur deras di batin saya. Menghadapi kenyataan yang hamper pahit bahwa harapan tidak selalu se iya se kata dengan kenyataan. Harapan kalau saya ingin bolos kerja besok karena mumet dihadapkan dengan kenyataan mesti lembur karena dua hari lagi libur Lebaran.

Sengaja menabrakkan dua hal yang tak akur ini akan berakibat fatal. Diberi peringatan keras oleh atasan atau tidak diberi THR jika tetap meliburkan diri, atau semakin stress ditambah peluang dimarahi sang istri karena terlanjur berjanji untuk bolos bareng.

Pasrah sajalah.. Mungkin saatnya berdiam diri sambil berkontemplasi. Menikmati perbenturan dua hal yang sangat tidak mungkin disatukan ini.

Kalau Boss Minta Tolong

Hari ini atasan saya minta tolong di fotocopykan sesuatu. Catat, MINTA TOLONG. Sungguh senang perasaan saya mendengar kata-kata seperti ini, minta tolong. Walaupun sama saja menyuruh, namun orang yang disuruh seperti saya pasti akan senang dengan embel-embel kata MINTA TOLONG.

Kadang ada atasan yang berlaku sewenang-wenang menyuruh alias memerintah bawahan, banyak bahkan. Tanpa kenal kompromi berlaku otoriter terhadap bawahan. Bisa dipastikan kondisi kerja seperti ini sangat tidak nyaman, senantiasa merasa ditindas walaupun mungkin kerjaan tersebut memang tupoksi sang bawahan.

Kalau ada bawahan yang tidak melaksanakan perintah MINTA TOLONG atasan tanpa alasan yang jelas, itulah bawahan yang bebal. Bagaimana dengan atasan anda?